Dilantik Hari Ini, Kemendagri Tegaskan Pj Gubernur Aceh Bukan Perwira TNI Aktif

Terkini.id, Jakarta – Acara pelantikan PJ Gubernur Aceh yang semula dijadwalkan Selasa 5 Juli 2022 pukul 16.00 WIB di Sasana Bhakti Praja, Gedung C Lantai 3, Kemendagri kemudian memindahkan prosesi pelantikan PJ Gubernur Aceh ke gedung DPR Aceh pada hari ini Rabu 6 Juli 2022 pukul 08.30 WIB.

Keputusan tersebut berdasarkan surat yang ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal Menteri Dalam Negeri tertanggal 4 Juli 2022 perihal pelaksanaan pelantikan PJ gubernur Aceh.

Dalam surat yang ditujukan untuk DPR Aceh itu disebutkan bahwa proses pelantikan akan dilaksanakan alam sidang paripurna DPR Aceh pada Rabu 06 Juli 2022 dihadapan Ketua Mahkamah Syariah Aceh.

Baca Juga: Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki Lantik Bakri Siddiq jadi Pj...

Dalam proses penunjukan Mayjen TNI (Purn) Achmad Marzuki sebagai PJ Gubernur Aceh mendapat berbagai tanggapan dari berbagai pihak baik yang mendukung maupun yang menolak dengan dalih Aceh jangan dipimpin oleh personel militer aktif.

Menanggapi kabar prihal pelantiknya Mayjen TNI (Purn) Achmad Marzuki menjadi Penjabat Gubernur Aceh, Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri (Kapuspen Kemendagri) Benni Irwan menegaskan tidak ada yang salah dari hal tersebut secara prosedural.

Baca Juga: Achmad Marzuki Resmi Dilantik Mendagri Sebagai Pj Gubernur Aceh

“Bapak Achmad Marzuki bukan lagi Anggota TNI aktif, beliau sudah mengundurkan diri dan pensiun dari dinas aktif keprajuritan TNI. Statusnya saat ini sudah Purnawirawan dan beralih sebagai ASN Kemendagri dengan jabatan Staf Ahli Mendagri Bidang Hukum dan Kesatuan Bangsa, yang merupakan jabatan pimpinan tinggi madya,” terang Benni dalam keterangan persnya, Selasa 5 Juli 2022.

Untuk diketahui, saat ini Achmad Marzuki berusia 55 tahun. Batas usia pensiun untuk TNI berbeda-beda setiap jabatannya. Untuk batas usia perwira memiliki batas usia pensiun yang paling tinggi, yakni 58 tahun. Aturan tentang batas usia pensiun untuk anggota TNI ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia.
Namun ditekankan kembali oleh Kapuspen Kemendagri Benni Irwan, yang bersangkutan telah pensiun dini, sehingga tidak lagi bisa dikatakan perwira aktif.

Mayjen TNI (Purn) Achmad merupakan perwira tinggi TNI lulusan angkatan 1989. Pria kelahiran Bandung 24 Februari 1967 itu sempat menjabat sebagai Tenaga Ahli Pengkaji bidang Kewaspadaan Nasional Lemhannas.
Achmad mendapatkan pangkat Mayjen atau bintang dua ketika menjabat sebagai Pangdivif 3/Kostrad periode 2018-2020.

Baca Juga: Pemerintah Aceh Bersama Tim Kemendagri Verifikasi Faktual Pulau Sengketa di...

Ia lalu menjabat sebagai Pangdam Iskandar Muda pada 2020 lalu. Artinya, Ia sudah berpengalaman memimpin prajurit TNI AD di Aceh. Ia kemudian dimutasi sebagai Asisten Teritorial KSAD pada 17 November 2021 hingga 25 Maret 2022.

Selepas itu, ia menjabat sebagai Tenaga Ahli Pengkaji bidang Kewaspadaan Nasional Lemhanas berdasar surat telegram mutasi yang diteken Panglima TNI Andika Perkasa pada 25 Maret lalu.

Hingga pada Selasa (4/7) kemarin, dia dipercaya mengemban tugas sebagai Staf Ahli Bidang Hukum dan Kesatuan Bangsa Kementerian Dalam Negeri.

Bagikan